Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perencanaan Database

Dalam perencanaan database dapat digunakan berbagai macam DBMS (Database Management System) seperti MS Access, SQL Server, MY SQL, Oracle. 
 
Dengan DBMS tersebut dapat dibuat program aplikasi basis data yang dapat digunakan untuk merancang, membuat, dan mengelola database.

Pada perencanaan database dibuat terlebih dulu struktur dengan membuat field-field untuk beberapa tabel yang diperlukan menggunakan DBMS, sedangkan pembuatan form dapat menggunakan software bahasa pemrograman seperti Visual.Net, Delphi, atau pada beberapa DBMS sudah tersedia fitur untuk membuat program aplikasi secara langsung dan pengaksesan database.

Dalam perencanaan database, langkah-langkah kerjanya dapat mengacu pada suatu konsep pengembangan database. Salah satu konsep pengembangan database tersebut ialah Database System Development Life Cycle (DSDLC). 




Langkah-langkah kerjanya sendiri terdiri dari:
  1. Database Planning. Pada tahap awal ini yang dipikirkan adalah tentang bagaimana data-data dikoleksi, cara-cara menampilkan data, dokumentasi dan implementasinya pada saat database tersebut sudah siap dipakai.
  2. System Definition. Aturan-aturan yang berkaitan dengan hasil planning yang mencakup hal-hal seperti SDM,Marketing dsb.
  3. Requierment Collection & Analysis. Pembatasan data yang dibutuhkan, serta pendukung database agar dapat didokumentasikan.
  4. Database Design. Langkah untuk menentukan data model yang mencakup tabel (atribut dan domain), view, relationship, dan rule.
  5. DBMS Selection. Tahap ini bersifat opsional artinya dalam hal penentuan DBMS mana yang akan digunakan sangat bergantung dari kasus yang dihadapi, contoh jika ada kasus pembuatan database untuk kasus praktek dokter yang hanya membutuhkan dua entitas yaitu dokter dan pasien dengan asumsi pada setiap bulannya akan didapat rata-rata pasien berjumlah 500-600 orang, maka DBMS yang digunakan tidak harus menggunakan DBMS yang memerlukan konfigurasi rumit seperti SQL Server, Oracle, namun cukup dengan DBMS yang sederhana seperti MS Access.
  6. Application Design
  7. Prototyping. Hal yang harus diperhatikan dari prototyping adalah masalah integritas data
  8. Implementation. Prinsip yang harus digunakan dalam hal implementasi adalah pada saat dipresentasikan harus mudah dipahami atau Diagrammatic Presentation
  9. Data Convertion dan Loading. Dalam hal data convertion yang harus dipikirkan adalah ketika mengonversi data dari sistem database lama ke yang baru apakah data tersebut tidak akan rusak atau corrupt.
  10. Testing. Tahap pengujian
  11. Maintenance. Pemeliharaan database setelah digunakan
 
 
Permasalahan Dalam Pengembangan Database System:
  1.  Flexibilitas Sistem
  2.  Kebutuhan user. Kelengkapan fitur yang diinginkan oleh user
  3.  Perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi